Penghijrahan masyarakat Bugis ke Alam Melayu: kajian kes Bugis di Indragiri Hilir Riau

Abdul Fattah, Rafiuddin Afkari and Rusdi, Mikdar and Abdullah, Md.Akbal (2011) Penghijrahan masyarakat Bugis ke Alam Melayu: kajian kes Bugis di Indragiri Hilir Riau. In: Seminar Internasional Serumpun Melayu V, 8-9 Jun 2011, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia. (Submitted)

[img]
Preview
PDF
186Kb

Abstract

Sejak zaman berzaman masyarakat Bugis cenderung berhijrah untuk mencari kehidupan dan penempatan baru. Amalan penghijrahan seperti ini disebut sebagai merantau dalam masyarakat Melayu. Kegiatan penghijrahan atau merantau telah menjadikan hubungan sejarah, ikatan darah dan tali temali kebudayaan yang sangat erat sepanjang sejarahnya antara masyarakat Bugis di Alam Melayu khasnya masyarakat Bugis di Indragiri Hilir. Kedatangan masyarakat bugis ke Alam Melayu khasnya di Indragiri Riau telah berlaku sekurang-kurangnya sejak zaman kesultanan Melayu Melaka. Pada abad ke-17 sudah terdapat penghijrahan dan pemukiman masyarakat Bugis ke Alam Melayu khasnya di Indragiri, namun kehadiran masyarakat Bugis dalam jumlah yang besar berlaku pada kolonial Belanda pada akhir abad ke-19. Penghijrahan dan Kehadiran masyarakat Bugis ke Indragiri Hilir Riau sehingga sekarang. Meskipun jumlah populasi mereka tidak dapat diketahui dengan tepat kerana kekurangan sumber bertulis dan lisan yang begitu ketara, namun kehadiran mereka dapat dilihat majoritinya di Indragiri Riau terutama penempatan yang berkawasan dekat tepi laut, sungai dan parit. Di Indragiri Hilir penempatan ini nampak jelas di Desa Kuala Enok Luar dan Desa Kuala Enok Dalam, Desa Pulau Kijang, Desa Benteng, Desa Pulau Kecil, Desa Pebenaan, Desa Sanglar, Desa Kota Baru Seberida, Desa Teluk Kelasa, Desa Pengalihan dan Desa Sungai Akar. Di Indragiri Hilir Riau peranan masyarakat Bugis sebagai peneroka hutan dan pembina penempatan baru adalah antara aspek penting yang membentuk persejarahan masyarakat Bugis di Indragiri. Kewujudan masyarakat Bugis dapat dikesan di beberapa petempatan yang masih kekal hingga sekarang. Mereka tersebar di beberapa buah Kecamatan, Desa, Parit dalam mukin-mukim di Indragiri Hilir seperti Desa Kuala Enok Luar dan Desa Kuala Enok Dalam, Desa Pulau Kijang, Desa Benteng, Desa Pulau Kecil, Desa Pebenaan, Desa Sanglar, Desa Kota Baru Seberida, Desa Teluk Kelasa, Desa Pengalihan dan Desa Sungai Akar. Bahkan ada beberapa buah kampung yang majoriti penduduknya adalah masyarakat Bugis. Di Desa Kota baru Seberida 80% penduduknya adalah masyarakat Bugis, Desa Pulau Kecil ialah salah sebuah kampung terletak di Kecamatan (distrik) Reteh Indragiri, 80% penduduknya adalah terdiri daripada masyarakat Bugis. Di Desa Benteng 100% penduduknya terdiri daripada masyarakat Bugis. Sejak dari awal penghijrahan masyarakat Bugis ke Indragiri Hilir, khasnya Riau, mereka telah berjaya menempatkan nama suku mereka dalam sejarah tempatan, sehingga kewujudan masyarakat Bugis di Indragiri Hilir banyak melakukan penghijrahan ke Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Tanjung Batu, Pulau Batam, Kepulauan Riau dan lain-lain kawasan yang lebih menonjol daripada etnik lainnya.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords:Bugis; Alam Melayu; Indragiri Hilir Riau
Subjects:D History General and Old World > DS Asia
Divisions:Faculty of Science, Technology and Human Development > Department of Humanities
ID Code:1653
Deposited By:Nurul Elmy Mohd. Yusof
Deposited On:22 Jun 2011 15:16
Last Modified:22 Jun 2011 15:16

Repository Staff Only: item control page